Showing posts with label Bisnis. Show all posts



Statistik Pemasukan Developer

TechnoLoeGue — Merel mengungkapkan, di tahun 2014, terdapat tiga kategori toko aplikasi global yang mendominasi pemasukan di segmen aplikasi mobile. Yang pertama adalah iOS dan disusul berikutnya masing-masing adalah Google Play serta toko aplikasi Android di Cina. Dan jika pemasukan yang diperoleh di Google Play dan toko aplikasi Android Cina disatukan, maka pendapatannya bakal lebih tinggi dibandingkan iOS.

Negara Cina sendiri memang tidak memperbolehkan keberadaan aplikasi Google Play pada perangkat Android. Sebagai gantinya, terdapat berbagai toko aplikasi Android yang hadir untuk para pengguna smartphone dan tablet Android. Bahkan saat ini toko aplikasi Android Cina seperti Wandoujia ataupun portal download seperti Baidu, Qihoo dan Tencent mendominasi di negara Cina.


TechnoLoeGue —  Lima media internasional yang memiliki situs online, The Guardian, CNN International, The Financial Times, Reuters, dan The Economist sepakat menyatukan lapak iklan digital masing-masing dalam sebuah jaringan iklan bernama Pangaea Alliance.

Lewat Pangaea yang namanya diambil dari sebutan untuk benua purba itu, pengiklan bisa membeli ruang iklan di semua situs media bersangkutan dalam satu kali transaksi.

Sebagaimana dikutip Kompas Tekno dari The Guardian, Kamis (19/3/2015), iklan bisa lebih tepat menyasar audiens yang dituju karena Pangaea menggunakan sistem terkomputerisasi (programmatic).
“Keunikan Pangaea tertelak di kualitas para rekanannya,” kata Tim Gentry dari Guardian News & Media. “Kami tahu kepercayaan adalah motor utama advokasi brand.”

The Guardian mengklaim bahwa kesemua media yang tergabung dalam jaringan Pangaea memiliki audiens dari segmentasi atas. Satu di antara empat pembaca, misalnya, datang dari kalangan berpenghasilan tinggi, sementara seperlima di antaranya merupakan eksekutif yang menjabat di posisi manajemen senior.
Hal tersebut, bersama dengan jumlah audiens total kelima media sebanyak 110 juta pembaca, diharapkan bisa menarik pengiklan dan meningkatkan daya saing melawan raksasa internet seperti Google dan Facebook yang gencar mengambil porsi iklan digital.

Di Inggris, misalnya, Google dan Facebook tahun ini diperkirakan bakal mengambil setengah porsi pasar display ads digital dengan nilai sebesar lebih dari 1 miliar poundsterling.

Versi beta dari Pangaea rencananya bakal mulai digulirkan pada April mendatang denan mengandeng Rubicon Project yang berperan sebagai delivery platform. Sementara, versi penuh akan menyusul diluncurkan akhir tahun ini.

Sumber: Kompas
Editor: TechnoLoeGue

Aulia Faqih, satu-satunya developer dari Indonesia yang menerima penghargaan Intel Black Belt Developer di San Francisco, Rabu (19/8/2015).

TechnoLoeGue — SAN FRANCISCO, Ajang Intel Developer Forum (IDF) 2015 yang diadakan di San Francisco, AS, minggu lalu juga dijadikan sebagai ajang penyerahan penghargaan Intel Black Belt Developer.

Salah satu penerima "sabuk hitam" ini adalah pengembang aplikasi (developer) dari Indonesia, Aulia Faqih Rifai. Aulia secara khusus diundang ke San Francisco untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung.

"Senang rasanya mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini dari Intel," ujar Aulia saat dijumpai wartawan KompasTekno, Reska Nistanto, di Moscone Center, San Francisco, AS, Rabu (19/8/2015).

Kebanggaan Aulia memang beralasan, sebab hanya sekitar 50 orang saja dari seluruh dunia yang mendapatkan penghargaan tinggi dari Intel tersebut. Mereka dipilih secara individu atas kemampuan teknis dan kepemimpinannya dalam komunitas pengembang Intel.

Aulia telah memenuhi kriteria dari Intel untuk menyabet gelar tersebut karena telah membuktikan inovasinya dengan menggunakan teknologi Intel dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat pada masyarakat umum, baik melalui artikel, blog, atau video yang diterbitkan sendiri maupun melalui komunitas.

Lalu bagaimana kisahnya sehingga developer Indonesia ini bisa terpilih? Kepada KompasTekno, Aulia menceritakan awal mulanya berkenalan dengan teknologi Intel adalah melalui Intel RealSense Challenge 2013 (waktu itu bernama Intel Perceptual Computing Challenge 2013).

Dari semua ide yang masuk, Intel mengambil 750 ide terbaik, dan Aulia masuk sebagai salah finalis dari Indonesia. Sayangnya, Aulia tidak berhasil menyabet gelar apa pun dalam kompetisi tersebut.

Namun kekalahan itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia pun terus mempelajari teknologi baru yang dikembangkan oleh Intel tersebut, yaitu teknologi berbasis sensor. Dari apa yang dipelajarinya tersebut, Aulia kemudian membuat membuat buku panduan yang berjudul "Intel RealSense, Panduan Sederhana Bagi Developer".

Selain membuat buku panduan, Aulia yang sekarang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta itu juga aktif berbagi ke sesama pengembang aplikasi dan mahasiswa yang tertarik dengan Intel Realsense.

Kegiatan itu semakin meningkat ketika Intel mengumumkan lomba berikutnya di tahun 2014 yang bernama Intel RealSense Challenge 2014. Aulia membuat acara seminar dan demonstrasi ke berbagai kampus di Indonesia serta sering berkumpul dengan komunitas pengembang aplikasi.

Rupanya Intel mengetahui kegiatan yang Aulia lakukan berkaitan dengan Intel Realsense dan meminta Aulia untuk membuat laporan apa saja kegiatan yang telah dirinya lakukan.

Akhirnya pada bulan September 2014 Intel memberikan penghargaan berupa Intel Software Innovator dan karena bidang teknologi yang Aulia tekuni adalah Intel RealSense, maka disebut juga sebagai Intel RealSense Innovator.

Setelah mendapatkan penghargaan Intel Software Innovator, Aulia lebih mendedikasi dirinya dalam kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman selama Intel RealSense Challenge 2014 berlangsung.

Kegiatan Aulia sebagai Intel Software Innovator didukung penuh oleh Intel, diantaranya dengan pembekalan pengetahuan baru melalui webinar, informasi terbaru tentang teknologi Intel, serta akses kepada software dan hardware buatan Intel.

Atas kontribusinya terhadap komunitas dan teknologi yang dikembangkan, Intel pun memberikan penghargaan tertinggi, Black Belt Developer yang diserahkan di San Francisco, AS pada Rabu (19/8) lalu bersama dengan developer-developer lain dari seluruh dunia.

"Kebanyakan dari mereka memiliki kontribusi luar biasa, tidak hanya bagi Intel namun juga bagi dunia teknologi informasi pada umumnya," demikian ujar Aulia.

Sumber: Kompas
Editor:
TechnoLoeGue

TechnoLoeGue — PayPal merupakan perusahaan online jasa transfer uang melalui surat elektronik, dengan menggantikan metode lama yang masih menggunakan kertas, seperti cek dan wesel pos. Kini kabarnya PayPal akan menyambangi layanan pesan instan Blackbery Messenger.

Dilansir dari Phonearena, Blackberry akan segera menguji coba layanan baru mengirim uang dengan cara yang sederhana. Nantinya pengguna BBM akan dapat mengirim uang via PayPal pada saat mengobrol di BBM. Layanan ini akan diuji coba di negara Kanada, dan nantinya akan diperluas ke negara lain. 

Cara mengirim uang di obrolan cukup mudah, Anda hanya perlu memasukan informasi akun PayPal Anda ke dalam aplikasi BBM dengan memilih icon PayPal. Setelah itu Anda dapat melakukan transaksi dengan teman atau keluarga Anda di BBM, tentunya hal yang sama harus dilakukan teman atau keluarga Anda dengan memasukan informasi akun PayPal mereka di BBM.

Layanan transfer uang via PayPal pada obrolan BBM 

Untuk menikmati layanan ini, Anda tidak perlu menginstal aplikasi PayPal ke dalam smartphone Anda. Kedepannya Blackberry akan menjanjikan fitur ini akan tersedia secara global untuk BBM versi Blackbery, Android, dan iOS.

Terobosan ini mungkin nantinya akan memudahkan pengguna pesan instan BBM yang sering bertransaksi uang, seperti halnya jual beli online. Semoga saja layanan ini segera diluncurkan secara global.

Sumber: Tech Kini
Editor:
TechnoLoeGue
 

CNN Money Tabel yang menggambarkan hirarki perusahaan yang berada di bawah Alphabet.


TechnoLoeGue — Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brinn, barangkali tak "meng-Google" terlebih dahulu sebelum menetapkan "Alphabet" sebagai nama perusahaan induknya. Nama tersebut sudah digunakan sejumlah perusahaan lain.

Salah satu yang paling besar adalah BMW. Pabrikan mobil asal Jerman tersebut memiliki anak perusahaan bernama Alphabet yang melayani perusahaan-perusahaan dengan unit perkapalan.
BMW pun telah mengantungi domain "alphabet.com" dan tak berniat menjualnya. Google paham hal ini dan lebih memilih domain "abc.xyz".

Namun, tetap saja gesekan antar-industri lintas sektor ini masih berlanjut. Pasalnya, sejak Google mengumumkan Alphabet kemarin, hingga hari ini, situs alphabet.com tak bisa diakses karena derasnya arus netizen ke laman tersebut.

Rupanya, masih banyak yang mengira Alphabet-nya Google beralamatkan domain anak perusahaan BMW.

Alphabet yang lain

Tak hanya pabrikan mobil kelas atas, beberapa perusahaan bernama sama juga resah dengan pilihan nama Google untuk perusahaan induknya.

"Kami berbisnis di ranah online. Google bisa sangat memengaruhi bisnis kami," kata Jennifer Blakeley, yang merupakan pendiri Alphabet Photography sejak 2008. Perusahaannya merupakan ritel online yang menjual foto cetak untuk efek-efek tertentu pada bangunan.

"Para investor dan teman-teman saya berbondong-bondong menghubungi saya. Mereka juga mengirim e-mail. Isinya hampir serupa, mengatakan bahwa Google mengambil nama perusahaan saya," kata CEO Alphabet Funds Jason Adler, sebagaimana dilaporkan The New York Times dan dikutip KompasTekno, Rabu (12/8/2015)

Selain Alphabet Photography dan Alphabet Funds, Alphabet juga merupakan perusahaan energi di Hayward, perusahaan rekaman di Austin, perusahaan penambalan di Prescott, firma outsourcing di London, beberapa nama taman kanak-kanak, restoran, dan penginapan.

Jika berkiblat pada etika perdagangan yang ditetapkan United States Patent and Trademark Office, sebenarnya sah-sah saja sebuah nama digunakan untuk beberapa perusahaan asalkan perusahaan itu tak bergerak pada sektor industri yang sama sehingga tak membingungkan masyarakat.

Namun, untuk kasus Alphabet-nya Google dan BMW, tampaknya perlu dikaji lagi. Alphabet-nya Google membawahi X Lab yang notabene memproduksi mobil otomatis tanpa awak. Artinya, X Lab dan BMW sama-sama bergerak pada sektor otomotif. Menanggapi hal ini, Page belum mau berkomentar.

Di sisi lain, Alphabet yang menjadi induk Google ini dikatakan tak akan menjadi sebuah perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen sehingga nama Alphabet sewajarnya tak akan menimbulkan kebingungan.



Sumber: Kompas
Editor:
TechnoLoeGue
 


TechnoLoeGue — Microsoft tak hanya ingin windows 10 dibutuhkan, namun lebih dari itu adalah dicintai. Untuk itulah mereka sengaja membuat program insider untuk user agar memberikan feedback bagi Windows 10.

"Ini kunci apa yang ingin kami buat untuk windows 10 dari microsoft dengan adanya openess atau keterbukaan kami tak hanya ingin membuat Windows 10 diperlukan dan dibutuhkan, tapi juga dicintai," ujar Lucky Gani.

Microsoft pun selalu ingin mengetahui mengenai semua hal yang dibutuhkan user dari Windows 10, dan untuk itulah program insider dibuka.

"Kami membuat program insider, banyak pengguna dari berbagai negara memberikan feedback. Banyak sekali feedback masuk, terutama untuk tombol start," tambah Lucky Gani, Bussiness Group Head Windows, Marketing and Operation.

Lucky menambahkan bahwa diawal perjalanannya ketika pertama kali Windows 10 diluncurkan, banyak mendapat masukan mengenai start button yang pada awalnya sulit dibuka ke atas. Ada feedback dari insider agar tombol start dipindahkan ke bawah.

Microsoft mengklaim mereka melihat banyak masukan satu persatu dari para insider. Mulai dari masukan agar tombol start kembali seperti semula, tiles yang dibuat lebih sederhana, charm pada Windows 10 agar menjadi notifikasi, hingga kontras warna untuk Windows 10 agar tidak mencolok.

Sumber: Kompas
Editor:
TechnoLoeGue

Powered by Blogger.