TechnoLoeGue — SAN FRANCISCO, Ajang Intel Developer Forum
(IDF) 2015 yang diadakan di San Francisco, AS, minggu lalu juga
dijadikan sebagai ajang penyerahan penghargaan Intel Black Belt
Developer.
Salah satu penerima "sabuk hitam" ini adalah pengembang aplikasi (
developer)
dari Indonesia, Aulia Faqih Rifai. Aulia secara khusus diundang ke San
Francisco untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung.
"Senang rasanya mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini dari Intel," ujar Aulia saat dijumpai wartawan
KompasTekno, Reska Nistanto, di Moscone Center, San Francisco, AS, Rabu (19/8/2015).
Kebanggaan
Aulia memang beralasan, sebab hanya sekitar 50 orang saja dari seluruh
dunia yang mendapatkan penghargaan tinggi dari Intel tersebut. Mereka
dipilih secara individu atas kemampuan teknis dan kepemimpinannya dalam
komunitas pengembang Intel.
Aulia telah memenuhi kriteria dari Intel untuk menyabet gelar tersebut
karena telah membuktikan inovasinya dengan menggunakan teknologi Intel
dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat pada masyarakat umum, baik
melalui artikel, blog, atau video yang diterbitkan sendiri maupun
melalui komunitas.
Lalu bagaimana kisahnya sehingga
developer Indonesia ini bisa terpilih? Kepada
KompasTekno,
Aulia menceritakan awal mulanya berkenalan dengan teknologi Intel
adalah melalui Intel RealSense Challenge 2013 (waktu itu bernama Intel
Perceptual Computing Challenge 2013).
Dari semua ide yang masuk,
Intel mengambil 750 ide terbaik, dan Aulia masuk sebagai salah finalis
dari Indonesia. Sayangnya, Aulia tidak berhasil menyabet gelar apa pun
dalam kompetisi tersebut.
Namun kekalahan itu tidak menyurutkan
semangatnya. Ia pun terus mempelajari teknologi baru yang dikembangkan
oleh Intel tersebut, yaitu teknologi berbasis sensor. Dari apa yang
dipelajarinya tersebut, Aulia kemudian membuat membuat buku panduan yang
berjudul "Intel RealSense, Panduan Sederhana Bagi Developer".
Selain
membuat buku panduan, Aulia yang sekarang berprofesi sebagai dosen di
salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta itu juga aktif berbagi
ke sesama pengembang aplikasi dan mahasiswa yang tertarik dengan Intel
Realsense.
Kegiatan itu semakin meningkat ketika Intel
mengumumkan lomba berikutnya di tahun 2014 yang bernama Intel RealSense
Challenge 2014. Aulia membuat acara seminar dan demonstrasi ke berbagai
kampus di Indonesia serta sering berkumpul dengan komunitas pengembang
aplikasi.
Rupanya Intel mengetahui kegiatan yang Aulia lakukan
berkaitan dengan Intel Realsense dan meminta Aulia untuk membuat laporan
apa saja kegiatan yang telah dirinya lakukan.
Akhirnya pada
bulan September 2014 Intel memberikan penghargaan berupa Intel Software
Innovator dan karena bidang teknologi yang Aulia tekuni adalah Intel
RealSense, maka disebut juga sebagai Intel RealSense Innovator.
Setelah
mendapatkan penghargaan Intel Software Innovator, Aulia lebih
mendedikasi dirinya dalam kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman
selama Intel RealSense Challenge 2014 berlangsung.
Kegiatan
Aulia sebagai Intel Software Innovator didukung penuh oleh Intel,
diantaranya dengan pembekalan pengetahuan baru melalui webinar,
informasi terbaru tentang teknologi Intel, serta akses kepada software
dan hardware buatan Intel.
Atas kontribusinya terhadap komunitas
dan teknologi yang dikembangkan, Intel pun memberikan penghargaan
tertinggi, Black Belt Developer yang diserahkan di San Francisco, AS
pada Rabu (19/8) lalu bersama dengan
developer-developer lain dari seluruh dunia.
"Kebanyakan
dari mereka memiliki kontribusi luar biasa, tidak hanya bagi Intel
namun juga bagi dunia teknologi informasi pada umumnya," demikian ujar
Aulia.