Showing posts with label Hardware. Show all posts

Playstation 3
TechnoLoeGue — Sebuah konsol yang tak mudah dimengerti di awal rilisnya, ini mungkin kata yang tepat untuk menjelaskan posisi Playstation 3 di mata industri game ketika pertama kali diperkenalkan kepada publik. Terlepas dari performa yang memang lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya, ia mengusung performa dan isi “jeroan” yang butuh ekstra usaha untuk bisa dioptimalkan. Hasilnya? Banyak game multiplatform justru punya performa buruk di awal eksistensi Playstation 3.

Untungnya, pelan tapi pasti, terutama lewat rilis banyak game eksklusif super menarik, ia mulai menemukan momentum kesuksesannya. Namun seperti kata bijak, sesuatu yang dimulai juga harus berakhir. Hal yang sama terjadi dengan konsol hitam yang satu ini.

Playstation 3 secara resmi “mati” di Jepang. Sony sudah menghentikan proses produksi untuk versi model standar – 500GB sejak berita ini ditulis, membuatnya menjadi akhir dari sebuah era. Hal ini terungkap dari halaman resmi Playstation 3 milik Sony, menuliskan  bahwa distribusi untuknya juga sudah berakhir. Playstation 3 sendiri sudah berumur hampir 11 tahun, mengingat rilis awalnya di tahun 2006 silam.

Sony resmi menghentikan produksi Playstation 3 di Jepang.

Core i9
TechnoLoeGue — Jakarta, Misteri kehadiran prosesor yang disebut-sebut akan setingkat lebih tinggi dari Core i7 resmi terjawab. Intel meluncurkan yang namanya Core i9 di gelaran Computex 2017, di Taipei, Taiwan.

Terlepas dari performa yang tentunya menjanjikan, daya tarik utama prosesor ini dipastikan terletak pada jumlah core yang ditawarkan. Tak tanggung-tanggung, jumlah core yang ditawarkan mencapai 18 core! Berkat fitur Hyper Threading, jumlah tersebut pun dipastikan melonjak signifikan hingga 2 kali lipatnya,yakni 36 core!

Tapi Core i9 yang menyodorkan 18 core merupakan varian tertinggi. Itu pun Intel belum langsung memasarkannya. Bersamaan dengan diumumkannya Core i9, raksasa chip ini baru mengungkap yang varian 10 core. Dalam rencananya, bakal ada varian Core i9 dengan 10 core, 12 core, 14 core, 16 core, dan yang paling tinggi adalah 18 core, demikian seperti detikINET kutip dari Gizmodo, Rabu (31/5/2017).

Untuk versi 10 Core, harganya yang ditawarkan terbilang lumayan. Pengguna wajib menyiapkan dana setidaknya senilai USD 999 atau sekitar Rp 13,3 juta (USD 1 = Rp 13.300) untuk memboyongnya. Varian yang dimaksud mengusung nama Core i9-7900X.

Kecepatan clock yang ditawarkan sebesar 3,3 GHz, sementara dalam mode turbo kecepatannya bisa menyentuh 4,5 GHz. Prosesor ini juga dipastikan mendukung penggunaan RAM jenis DDR4 2666 secara quad channel. Sementara total daya yang dibutuhkan untuk menjalankannya mencapai 140 watt.

Lebih lanjut, Intel mengklaim teknologi 18 core mampu menjawab kebutuhan akan Mixed Reality. Yang merupakan gabungan antara virtual reality (VR) dan augmented reality. Bahkan dalam pengujiannya, Core i9 mampu menjalankan mixed reality sekaligus melakukan streaming ke portal switch tanpa masalah.

Nvidia Titan

TechnoLoeGue — Sebagai seorang gamer dan desainer grafis, peran kartu grafis atau biasa disebut VGA card sangatlah penting. Selain sebagai render grafis, VGA card bagi seorang gamer adalah “nyawa” untuk menambah kesan realistis pada sebuah game sekarang. Salah satu VGA card yang fenomenal saat ini adalah Nvidia GeForce Titan X, yang mana merupakan jajaran tertinggi GeForce untuk pasar konsumen.

Namun meski baru berumur satu tahun kurang, kabarnya Nvidia telah mempersiapkan penerus dari GeForce GTX Titan X. Dilansir dari TweakTown, Rabu (27/1/2016), disebutkan bahwa kabarnya Nvidia bakal mengumumkan penerus Titan X pada bulan April mendatang. Bahkan dikatakan bahwa VGA card yang kabarnya diberi nama Titan X2 ini adalah VGA card terbesar yang pernah dibuat Nvidia saat ini.

GeForce GTX Titan X2 ini kabarnya akan mengusung jenis memori terbaru, HBM2. Sebelumnya AMD Radeon telah menggunakan jenis memori versi pertama, HBM, pada kartu grafis tertinggnya, R9 Fury X. Penggunaan memori HBM2 ini kabarnya lebih kencang dari seri sebelumnya, dan jauh mengungguli memori GDDR5. Memori HBM2 mampu memiliki ukuran 16 hingga 32GB, dengan bandwidth yang dicapai lebih dari 1TB/s, sangar.

Nvidia VGA Card

Memori HBM2 yang akan digunakan pada Nvidia GeForce GTX Titan X2 Tidak hanya Titan X2 saja, kabarnya bulan Juni mendatang Nvidia juga bakal mengumumkan kartu grafis penerus dari GTX 980 Ti dan 980, dengan basis arsitektur GP104. Untuk penerus GTX 980 Ti disebutkan akan menggunakan jenis memori yang sama dengan Titan X2, HBM2. Sedangkan penerus GTX 980 kabarnya akan mengusung memori jenis GDDR5X, yang mampu menembus bandwidth diangka 450GB/s.

Sudah siap menyambut VGA card terbaru dari Nvidia?


Netflix

TechnoLoeGue — Seperti dikutip dari Dailysocial, per 27 Januari 2016 pukul 00.000 WIB akses internet dari Telkom tak bisa digunakan untuk membuka situs Netflix. Penutupan akses ini berlaku untuk pelanggan Indihome WiFi.id serta Telkomsel. Pihak Telkom beralasan penutupan ini dilakukan karena Netflix tak memenuhi aturan yang berlaku di tanah air.

Aturan yang dimaksud di sini adalah terkait adanya konten berbau pornografi yang disiarkan secara bebas oleh Netflix. Pihak Telkom mengatakan, seharunya dalam menjalankan bisnisnya di tanah air, Netflix harusnya bekerja sama dengan operator lokal.

“Kita maunya kalau berbisnis itu harus mematuhi aturan Indonesia. Di luar negeri mereka (Netflix) lakukan kerja sama dengan beberapa operator, masa di sini tidak?”, ujar Direktur Consumer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Dian Rachmawan.

Pihak Telkom, lanjut Dian, sebenarnya berkeinginan untuk melakukan kerjasama dengan Netflix. Namun kerjasama tersebut bisa dilakukan dengan catatan Netflix harus menghilangkan konten yang berbau pornografi dan penuh kekerasan. Terlebih saat ini merupakan langkah awal Netflix dalam melebarkan sayap bisnisnya ke tanah air. Dan hal ini, lanjut Dian, bisa dijadikan pembelajaran Netflix agar bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

Pendingin CPU
TechnoLoeGue —  Pabrikan kenamaan dunia, pembuat perangkat komponen pendukung PC desktop, Enermax, akhirnya meluncurkan varian terbaru pendingin CPU mereka dari varian ETS, yaitu ETS-T40FIT yang didesain untuk berbagai platform, baik Intel maupun AMD. HSF ini memiliki ukuran ringkas. Menurut Enermax, ukuran itu memungkinkan HSF ini untuk mendukung sistem Mini-ITX.

Enermax 2
Heatsink ini diklaim Enermax dapat memudahkan pengguna yang menggunakan berbagai jenis RAM berukuran besar. Hal itu dimungkinkan karena bodi ramping yang dimiliki HSF ini. Teknologi yang diterapkan, seperti Vortex Generator Flow (VGF) dan Vacum Effect Flow (VEF) beserta Heatpipe Direct Touch yang ada juga memastikan kemampuan pendinginan terbaik.


Enermax sendiri mencoba akhirnya mendemokan kemampuan heatsink ini dengan cara yang tidak lazim. Mereka menggunakan Coffee Pot dengan daya 350 Watt dalam demo ini. Pada pemanasan normal, Coffee Pot ini dapat mendidihkan air hanya dalam 9 menit. Sementara, ketika ETS-T40FIT ditempatkan di permukaan Coffee Pot, secara mengejutkan air yang dipanaskan dalam pot ini dapat tidak mendidih bahkan ketika dipanaskan hingga waktu 90 menit! Test ini tentunya ini sangat impresif, dan bisa memberikan acuan baru bagaimana performa heatsink lainnya dalam melimitasi titik didih air yang dipanaskan.

Berikut video demonstrasi tersebut:



Salah satu varian terbaru pendingin ini dilengkapi satu kipas berukuran 120 mm yang dibekali Twisted Bearing yang mengadopsi kecepatan 800-1800RPM dengan tipe silence sehingga cocok bagi Anda penggemar sistem yang sunyi. Fan ini juga dilengkapi dengan lampu LED. Sementara tipe lainnya lagi, yaitu ETS-T40F-BK, mengadopsi lampu LED biru sebanyak 12 buah. Tipe ini juga dipersenjatai Kipas PWM120 mm. Tipe terakhir, ETS-T40F-RF dilengkapi fan yang lebih besar tapi tanpa lampu LED.


Heatsink besutan Enermax ini akan mempunyai kompabilitas dengan berbagai soket termasuk soket LGA1151 untuk Skylake. Kabarnya, heatsink ini akan dipasarkan secepatnya di kisaran harga mulai dari EUR 37,9.

Sumber: Jagat Review
Editor: TechnoLoeGue
Powered by Blogger.